Arsip · Sesi 10 · Harga
Harga pertama jarang yang benar
Kamis, 9 Juli 2026 · 19.00–21.00 WIB · 960 penonton
Empat kalimat yang dibawa pulang
“Harga pertama adalah hipotesis, bukan keputusan.”
Pembicara I · Pemilik kedai kopi
“Pelanggan membandingkan harga dengan alternatifnya, bukan dengan ongkos Anda.”
Pembicara II · Konsultan harga
“Menaikkan harga lebih mudah kalau alasannya bisa dilihat.”
Pembicara III · Pendiri jasa kebersihan
“Diskon yang terlalu sering mengajari pelanggan untuk menunggu.”
Pembicara IV · Peneliti
Potongan transkrip
- 00:06Pembicara IIKonsultan harga
Menghitung harga dari ongkos ditambah untung itu masuk akal di kertas. Tapi pelanggan tidak melihat ongkos Anda. Mereka melihat pilihan lain.
- 00:18Pembicara IPemilik kedai kopi
Tiga bulan pertama kami menjual terlalu murah karena takut sepi. Yang datang memang ramai — tapi kami rugi setiap cangkir.
- 00:29PenanyaPeserta, Semarang
— Bagaimana menaikkan harga tanpa kehilangan pelanggan lama?
- 00:30Pembicara IIIPendiri jasa kebersihan
Beri tahu jauh-jauh hari, dan tunjukkan apa yang berubah. Kalau tidak ada yang berubah, mungkin memang belum waktunya.
- 00:44Pembicara IVPeneliti
Diskon yang terlalu sering mengajari pelanggan satu hal: menunggu.
Nama pembicara disamarkan sebagai Pembicara I–IV. Transkrip ini ilustrasi untuk purwarupa desain.